Puluhan barista di Kabupaten Wonosobo mengadu keterampilan meracik kopi dalam ajang Midnight Brewers Battle. (Dok. Berita Wonosobo)
WONOSOBO, BERITAWONOSOBO.COM - Puluhan barista di Kabupaten Wonosobo mengadu keterampilan meracik kopi dalam ajang Midnight Brewers Battle. Kompetisi ini digelar pada Senin (19/10/2026) malam hingga Selasa (20/10/2026) dini hari usai peserta menyelesaikan shift kerja.
Sedikitnya 40 barista dari berbagai kedai kopi berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Mereka diuji dalam ketepatan teknik seduh, rasio ekstraksi, waktu penyeduhan, hingga kemampuan mengenali karakter rasa kopi.
Panitia penyelenggara, Ahmad Agung, menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan meningkatkan kompetensi barista. Langkah ini dinilai penting seiring dengan pesatnya pertumbuhan kedai kopi di Kabupaten Wonosobo.
"Pertumbuhan kedai kopi di Wonosobo saat ini sangat pesat, sehingga kompetensi para peracik kopi harus terus diimbangi agar kualitas sajian di tiap kedai memiliki standar yang tinggi dan konsisten bagi konsumen," ujar Agung.
Di balik persaingan meja seduh, ajang ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pelaku industri kopi lokal. Peserta menyebut gerakan tersebut sebagai upaya mengedepankan persaudaraan ketimbang persaingan tidak sehat.
Para peserta memanfaatkan momen ini untuk bertukar pengetahuan mengenai teknik penyeduhan hingga perkembangan selera konsumen. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kopi Wonosobo dari hulu ke hilir.
"Kami sering menyebut gerakan ini sebagai 'sekte pengabdi silaturahmi' karena kompetisi ini bukan soal siapa yang paling jago, melainkan cara kami merawat persaudaraan dan saling merangkul sesama pekerja seni seduh di Wonosobo," tutur Agung.
Kemampuan teknik ekstraksi yang tepat dinilai berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional kedai. Pemahaman yang baik juga membantu menonjolkan karakter biji kopi lokal Wonosobo, baik jenis Arabika maupun Robusta.
Agung menambahkan bahwa pemahaman penyeduhan yang benar dapat meminimalkan pemborosan bahan baku di kedai. Hal ini secara otomatis dapat meningkatkan nilai jual biji kopi lokal di pasaran.
"Ketika barista paham teknik ekstraksi secara benar, mereka tak hanya menghemat bahan baku di kedai, tetapi juga mampu memunculkan karakter terbaik biji kopi lokal Wonosobo agar punya nilai jual lebih tinggi," jelasnya.
Pihaknya berharap Midnight Brewers Battle dapat diselenggarakan secara berkala ke depannya. Ajang ini diproyeksikan untuk mencetak peracik kopi berbakat yang mampu membawa ekosistem kopi Wonosobo bersaing di tingkat nasional.

Posting Komentar